Cimahi, 06/11/2025 — Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kebijakan pemerintah menuju green economy dan care economy melalui pengembangan pendidikan vokasi berbasis energi bersih dan berkelanjutan. Langkah nyata tersebut diwujudkan dengan peresmian Sarana Praktik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Mobil Listrik yang berlangsung di Kampus BBPPMPV BMTI, Cimahi.

Kegiatan ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission tahun 2060, sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan kebijakan transisi energi bersih. Pemerintah menempatkan sektor pendidikan vokasi sebagai salah satu pilar penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung transformasi ekonomi hijau (green transformation) dan penguatan ekonomi peduli manusia (care economy).

Peresmian sarana praktik ditandai dengan penandatanganan prasasti, disaksikan oleh jajaran pimpinan BBPPMPV BMTI, pegawai, serta perwakilan dunia industri dan pendidikan. Fasilitas PLTS ini menjadi sarana pembelajaran terpadu yang mendukung implementasi energi terbarukan dalam bidang otomotif, terutama pada pengisian daya dan integrasi sistem mobil listrik berbasis tenaga surya. Fasilitas ini menjadi bagian penting dari upaya BBPPMPV BMTI dalam mendukung transisi energi bersih nasional, sejalan dengan agenda strategis pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan.

Sarana praktik PLTS tersebut dimanfaatkan untuk pembelajaran dan pelatihan bagi pegawai serta guru vokasi pada program Teknologi Energi Terbarukan (TET). Program ini berkolaborasi dengan bidang Teknik Otomotif, di mana pelatihan terkait teknologi mobil listrik disampaikan oleh widyaiswara berlatar belakang otomotif, sementara aspek pemanfaatan dan integrasi tenaga surya dikembangkan oleh tim TET.

Fungsionalisasi PLTS
Fungsionalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Mobil Listrik

Melalui fasilitas ini, peserta pelatihan dapat mempelajari secara langsung konversi energi surya menjadi sumber daya listrik, proses pengisian daya mobil listrik, hingga sinkronisasi sistem energi terbarukan dengan kendaraan listrik modern. Pembelajaran ini juga menekankan penerapan teknologi terkini yang mendukung kendaraan ramah lingkungan. Pendekatan berbasis praktik tersebut memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan Project Based Learning (PjBL) di sekolah masing-masing, sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis dalam pendidikan vokasi.

Kepala BBPPMPV BMTI, Dr. Anwar Sidarta, S.Si., M.Si., menyatakan bahwa keberadaan fasilitas ini menandai langkah konkret lembaganya dalam memperkuat kapasitas pendidikan vokasi di bidang energi hijau.

“PLTS ini bukan hanya fasilitas pembelajaran, tetapi juga laboratorium inovasi yang menumbuhkan budaya riset dan pengembangan teknologi hijau di lingkungan vokasi. Kita ingin memastikan guru dan tenaga kependidikan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan green economy di sektor pendidikan,” ujarnya.

Sarana praktik PLTS juga menjadi contoh penerapan nyata konsep Green Campus dan Green Education, yang selaras dengan misi BBPPMPV BMTI untuk membangun lingkungan pembelajaran berkelanjutan, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif tersebut.

“Transformasi pendidikan vokasi harus sejalan dengan kebutuhan industri masa depan dan keberlanjutan lingkungan. Inisiatif seperti yang dilakukan BBPPMPV BMTI menunjukkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia siap menjadi pionir dalam teknologi energi terbarukan, sejalan dengan arah pembangunan green economy dan care economy nasional,” ungkapnya.

Inisiatif BBPPMPV BMTI ini diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan vokasi di seluruh Indonesia untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, kepedulian lingkungan, dan inovasi teknologi dalam setiap kegiatan pembelajaran khususnya dibidang vokasi.