Mengenal Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol): Flora Identitas Yogyakarta yang Langka dan Sarat Filosofi
16 September 2026
|
Penulis: Tim Lestari
|
Editor: Tim Lestari
130 KaliDilihat
|
0 KaliDibagikan
1. Pengenalan Umum & Status Kelangkaan
Pohon Kepel (atau kerap disebut juga burahol atau ki burahol) adalah pohon buah tropis legendaris yang kini berstatus sebagai tanaman langka di Indonesia. Tanaman ini ditetapkan sebagai flora identitas resmi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta karena keterikatannya yang sangat kuat dengan sejarah dan tradisi para bangsawan di lingkungan keraton.
2. Ciri-Ciri Morfologi yang Unik
Batang dan Percabangan:
Pohon ini dapat tumbuh besar mencapai tinggi 25 meter dengan diameter batang utama hingga 40 cm. Kulit batangnya berwarna cokelat kelabu hingga kehitaman.
Cauliflowery (Buah di Batang): Salah satu ciri paling unik dari pohon kepel adalah letak bunga dan buahnya. Bunga dan buah kepel tidak tumbuh di ujung ranting, melainkan bergerombol langsung menempel pada tonjolan-tonjolan di sekujur batang pohon (cauliflowery).
Bunga: Bunganya berkelamin tunggal dan beraroma harum. Bunga jantan biasanya tumbuh di bagian batang atas atau cabang tua, sementara bunga betina berada di bagian pangkal batang bawah.
Buah dan Daun:
Buahnya berbentuk bulat lonjong menyerupai sawo berukuran besar dengan warna cokelat keabu-abuan saat muda dan berubah menjadi cokelat tua ketika matang. Daging buahnya manis dan membungkus beberapa biji yang cukup besar. Daunnya tunggal, berbentuk elips hingga lonjong meruncing dengan warna hijau gelap yang mengkilap.
3. Kegunaan Tradisional & "Deodoran Alami" Putri Keraton
Pada masa lampau, buah kepel memegang fungsi estetika dan kesehatan yang eksklusif bagi kalangan istana:
Deodoran Tradisional: Buah kepel sangat digemari oleh para putri Keraton Yogyakarta karena dipercaya berkhasiat sebagai deodoran alami. Konon, mengonsumsi buah ini dapat membuat keringat, napas, dan air seni beraroma harum seperti bunga mawar.
Manfaat Kesehatan: Secara tradisional, bagian daging buah dan daunnya juga dimanfaatkan untuk membantu memperlancar buang air kecil, mencegah inflamasi ginjal, serta membantu menurunkan kadar asam urat dan kolesterol.
4. Makna Filosofis
Nama "Kepel" berasal dari kata dalam bahasa Jawa yaitu kepel (genggaman tangan) yang menyimbolkan greget atau niat yang kuat dalam bekerja, dipadukan dengan filosofi watu (dasar). Pohon kepel melambangkan "manunggaling sedya kaliyan gegayuhan"—yakni bersatunya niat yang kuat dengan kerja keras untuk mencapai cita-cita.
Referensi / Rujukan Ilmiah & Historis
Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka Kementerian Pertanian) — Kepel: Pohon Berharga dengan Makna Filosofis.
Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Budaya Jogja) — Kepel Buah Favorit Putri Keraton.