
Cimahi, BBPPMPV BMTI — Di antara rimbunnya lanskap hijau kampus BBPPMPV BMTI, berdiri sebuah pohon sarat makna yang menyimpan rekam jejak sejarah penting bagi pelestarian lingkungan di Indonesia. Pohon tersebut adalah Keben (Barringtonia asiatica)—tanaman tangguh yang tidak hanya berfungsi secara ekologis, tetapi juga mengemban simbol perdamaian dunia.
Jejak Historis: Dari "Tree for Peace" hingga Ditanam Gubernur Jabar
Jauh sebelum isu perubahan iklim menjadi perhatian global seperti saat ini, pemerintah Indonesia telah menaruh komitmen besar terhadap kelestarian lingkungan. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 1986 dengan mengusung tema "A Tree for Peace", Presiden Republik Indonesia Soeharto secara resmi mencanangkan Keben sebagai Pohon Perdamaian Dunia.
Semangat global tersebut kemudian diabadikan secara nyata di lingkungan institusi. Pada tahun 1988, sebuah pohon Keben ditanam secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat di kawasan kampus BBPPMPV BMTI. Selama puluhan tahun, pohon bersejarah ini terus tumbuh subur, beradaptasi, dan menjadi saksi bisu perkembangan dunia pendidikan vokasi hingga hari ini.
Mengenal Lebih Dekat Pohon Keben (Barringtonia asiatica)
Dikenal pula dengan nama lokal seperti butun atau putat laut, tanaman ini merupakan flora khas pesisir tropis yang memiliki daya tahan luar biasa:
Bentuk Buah yang Unik
Buah Keben berbentuk seperti kotak bersiku atau stupa lampion berserat tebal. Bentuk ini memungkinkannya mengapung di atas air laut untuk menyebarkan benih secara alami dari satu pulau ke pulau lainnya.
Bunga Eksotis
Memiliki bunga majemuk berbentuk menyerupai pom-pom dengan benang sari putih berujung merah jambu yang biasanya mekar pada malam hari.
Fungsi Ekologis
Tajuknya yang besar dan rimbun menjadikan pohon ini sangat ideal sebagai pelindung alami (windbreaker) penahan angin serta penjaga keseimbangan ekosistem.
Warisan Hidup yang Terus Dirawat
Keberadaan Pohon Keben penanaman tahun 1988 di BBPPMPV BMTI kini bukan sekadar elemen lanskap biasa. Ia menjadi simbol hidup komitmen institusi dalam mengintegrasikan dunia pendidikan dengan kesadaran lingkungan (Green Management System).
Merawat pohon ini berarti menjaga warisan sejarah, merawat napas perdamaian, serta mewariskan kesadaran ekologis bagi setiap generasi civitas akademika dan masyarakat luas yang berkunjung ke kampus BBPPMPV BMTI.
Referensi / Rujukan Ilmiah & Historis
- Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH). (1986). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 1986: Pohon Perdamaian dan Kelestarian Alam. Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta. (Dokumentasi pencanangan pohon Keben sebagai Pohon Perdamaian Dunia oleh Presiden Soeharto).
- Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid III (Terjemahan Badan Litbang Kehutanan). Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta, hlm. 1474–1476. (Kajian etnobotani dan sebaran Barringtonia asiatica di kepulauan Nusantara).
- Payens, J. P. D. W. (1967). A Monograph of the Genus Barringtonia (Lecythidaceae). Blumea: Biodiversity, Evolution and Biogeography of Plants, 15(2), 157–263. (Kajian taksonomi botani, morfologi pembungaan nokturnal, dan struktur buah).
- United Nations Environment Programme (UNEP). (1986). World Environment Day 1986: A Tree for Peace. UNEP Information Service, Nairobi, Kenya. (Arsip tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 1986).
- Sunarto, & Sudrajat, D. J. (2018). Karakteristik Morfologis dan Potensi Ekologis Pohon Keben (Barringtonia asiatica) dalam Rehabilitasi Sempadan dan Kawasan Pesisir. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 12(1), 45–56.